Senin, 29 Maret 2021

Al Kindi Dan Perannya Dalam Dunia Keilmuan

Al Kindi Dan Perannya Dalam Dunia Keilmuan



Biografi Al Kindi

         Al Kindi adalah seorang filosof muslim keturunan Arab, nama lengkapnya adalah Abu Yusuf  Ya'qub ibn Ishaq ibn al-Shabbah ibn Imran ibn Muhammad ibn al-Asy’as ibn Qais al-Kindi. Sebutan al-Kindi dinisbahkan pada Kindah, kabilah terkemuka pra-lslam yang merupakan cabang dari Bani Kahlan yang menetap di Yaman. Kakek buyutnya, al-Asy’as ibn Qais adalah salah seorang sahabat Nabi yang gugur bersama Sa’ad ibn Abi Waqash dalam peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Persia di Irak. Sedangkan ayahnya lshaq ibn al-Shabbah adalah seorang gubernur Kufah pada masa pemerintahan al-Mahdi (775-785 M) dan al- Rasyid (786-809 M). Tahun kelahiran dan wafat al-Kindi memang tidak diketahui pasti, namun diperkirakan ia lahir pada tahun 185 H/ 801 M, hidup semasa pemerintahan Daulah Abbasiyah (al-Amin, 809-813 M; al- Ma’mun, 813-833 M; alMu’tashim, 833-842 M; al-Watsiq, 842-847 M; dan al-Mutawakkil, 847-861 M).
    
        Dengan modal berasal dari keluarga yang kaya dan juga di dorong dengan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan maka Al Kindi memperoleh kesempatan yang besar untuk menuntut ilmu dengan baik di Bashrah dan Baghdad dimana dia dapat bergaul dengan ahli-ahli yang terkenal. Dan juga beliau dianggap sebagai ahli falsafah muslim. 

        Al-Kindi meramu segala sisi keilmuan di zamannya, ia menjelaskan argument-argumen para filosof Yunani. Tapi ia juga menerima teologi mu‘tazilah dan tafsir ayat-ayat al-Qur'an. Keseluruhannya diramu dalam bahasa filosofis dengan menganalogkan setiap proses baik penciptaan, kekekalan dan kebangkitan jasmani dengan logika dan rasionalitas filosofis. Karya al-Kindi menjadi rujukan filosof-filosof sesudahnya, dalam karyanya akan ditemukan ide-ide Proclus, John Philoponus (arab: Yahya al-Nahwi) termasuk mengutip dari Metaphysics Aristoteles, juga Physics, DeAnima. 

        Al-Kindi tidak hanya meleburkan diri pada falsafah Yunani tapi juga mengelaborasi teologi, menafsirkan dan menakwilkan setiap pemikiran dan pendapat demi menunjukkan keesaan Tuhan yang sesungguhnya. Menurut al-Kindi, kebenaran filosof tidak berbeda dari kebenaran kaum muslim yang beriman. Filsafat atau Teologi mengabdi pada tujuan yang sama yakni pengetahuan tentang yang Maha Benar (al-Haqq). Jejak-jejak ini membuktikan bahwa betapa al-Kindi berupaya keras melapangkan jalan filsafat untuk kemudian diterima dalam Islam.

      Selain sebagai seorang filsuf muslim pertama, Al Kindi juga dikenal sebagai bapak pelopor berbagai ilmu pengetahuan. Hasil pemikirannya banyak menginspirasi berbagai banyak ilmuan. Selain itu dia juga menjadi pelopor utama dalam memperkenalkan masalah metafisika, psikologi, geometri, astronomi. Berikut warisan intelektual Al Kindi bagi dunia
  1. Filsafat

    Al-Kindi adalah fisuf berbangsa Arab dan filsuf Muslim pertama. Ia menghadirkan filsafat Yunani kepada kaum Muslimin setelah terlebih dahulu mengislamkan pikiran-pikiran asing tersebut.

    Ia menerjemahkan teks-teks penting. Sejak didirikannya Bait al-Hikmah oleh al-Ma'mun, al-Kindi turut aktif dalam kegiatan penerjemahan ini. Di samping menerjemah, ia juga memperbaiki terjemahan sebelumnya.

    Karena keahliannya, ia diangkat sebagai ahli istana dan menjadi guru putra al-Mu'tashim, yaitu Ahmad. Standar kosakata filosofis bahasa Arab banyak yang berasal dari al-Kindi. Jika bukan karena dia, karya filsuf seperti al-Farabi, Ibnu Sina, dan al-Ghazali mungkin tidak pernah ada.

  2. Psikologi

    Al-Kindi juga dikenal piawi menguasai ilmu psikologi. Dia membagi daya jiwa menjadi tiga: daya bernafsu (appetitive), daya pemarah (irascible), dan daya berpikir (cognitive atau rational).

    Sebagaimana Plato, ia membandingkan ketiga kekuatan jiwa ini dengan mengibaratkan daya berpikir sebagai sais kereta dan dua kekuatan lainnya (pemarah dan nafsu) sebagai dua ekor kuda yang menarik kereta tersebut.

    Jika akal budi dapat berkembang dengan baik, dua daya jiwa lainnya dapat dikendalikan dengan baik pula. Orang yang hidupnya dikendalikan oleh dorongan-dorongan nafsu birahi dan amarah diibaratkan al-Kindi seperti anjing dan babi, sedang bagi mereka yang menjadikan akal budi sebagai tuannya, mereka diibaratkan sebagai raja.

  3. Matematika

    Dalam bidang matematika, al-Kindi memainkan peran penting dalam memperkenalkan angka India ke dunia Islam dan Kristen. Dia adalah pelopor dalam pembacaan sandi. Menggunakan keahlian matematika dan medis, ia mampu mengembangkan skala yang memungkinkan dokter untuk mengukur potensi obat mereka.

    Al-Kindi menulis karya pada sejumlah mata pelajaran matematika yang penting, termasuk aritmatika, geometri, angka India, harmoni angka, perkalian dengan angka, jumlah relatif, proporsi mengukur dan waktu, dan prosedur numerik.

    Dia juga menulis empat volume buku tentang penggunaan angka India. Buku tersebut berjudul On the Use of the Indian Numerals (Ketab fi Isti'mal al-'Adad al-Hindi). Karya ini memberikan kontribusi besar terhadap difusi sistem penomoran India di Timur Tengah dan Barat.

        
         Sangat banyak hasil dari karya Al Kindi, hal ini dikarenakan Al Kindi merupakan ilmuwan yang kaya dan sangat cinta kepada pengetahuan yang menghasilkan banyak sekali karya-karya diberbagai bidang yaitu:
  1. Dibidang filsafat, beliau menulis karangan seperti: Fi al-falsafat al-ula, Kitab al Hassi'ala Ta'allum al-falsafat, Risalat ila al-ma'mun fi al-illat wa ma'lul, Risalat fi Ta'lif al-a'dad, Kammiyat Kutub Aristoteles.
  2. Dibidang astronomi hasil karangan Al Kindi adalah Risalah fi Masa'il Su'ila anha min Ahawal al-kawatib, Risalah fi Jawab Masa'il Thabi'iyah fi Kayfiyyat Nujumiah, Risalah  fi anna Ru'yat al Hilal la Tudhbathu bi al-haqiqoh wa innama al-qowl fiha bi at-taqrib, Risalah fi Mathrah asy-syu'a, Risalah fi Fashlayn, Risalah fi Idhah illat Ruju Al-kawakib.
  3. Dibidang ilmu pengobatan, hasil karangan Al Kindi adalah Risalah fi'illat Naftcad-Damn, Risalah fi Adhat al-kalb al-kalib.
  4. Dibidang ilmu hitung dan logika, hasil karangan Al Kindi adalah Risalah fi al-kammiyat al-mudhafah, Risalah fi at-tajhid min Jihat al-ad'ad, Risalatun fi Madhkal al-mantiq bi Istifa al-qawl fihi, Ikhtisar Kitab Isaghuji li Farfuris.


Integrasi Ilmu Dalam Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan Konsep Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan Dalam perspektif Islam, konsep dalam...