Pengertian Dan Kedudukan Disiplin Ilmu Dalam Islam
- Konsep Islam Tentang Ilmu
Pengertian Ilmu dalam Islam merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu masdar dari alima-ya'lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Secara istilah ilmu berarti sesuatu yang dengannya akan tersingkap secara sempurna segala hakikat yang dibutuhkan. Beart
Secara kebahasaan, ilmu berasal dari akar kata ‘ilm yang diartikan sebagai tanda, penunjuk, atau petunjuk agar sesuatu atau seseorang dikenal. Demikian juga ma’lam, artinya tanda jalan atau sesuatu agar seseorang membimbing dirinya atau sesuatu yang membimbing seseorang. Selain itu, ‘alam juga dapat diartikan sebagai penunjuk jalan. Berarti Ilmu secara singkat yaitu berupa keyakinan yang kuat tetap dan sesuai dengan tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.
Di dalam Alquran, penjelasan tentang konsep ilmu terdiri dari dua macam. Pertama, ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia atau disebut juga ilmu laduni sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Kahfi [18]: 65. Kedua, ilmu yang diperoleh karena usaha manusia atau dinamai ilmu kasbi.
Menurut Imam Raghib Al-Ashfahani dalam kitabnya Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an. Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Hal tersebut terbagi menjadi dua; pertama, mengetahui inti sesuatu itu dan kedua adalah menghukumi sesuatu pada sesuatu yang ada, atau menafikan sesuatu yang tidak ada.
2. Dalil al-Quran dan as- Sunnah terkait dengan ilmu.
Rasulullah
SAW bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."
(HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu,
dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir no. 3913).
Berikut beberapa keutamaan dalam Islam berikut
dalilnya dari Al Qur'an:
1.
Orang
Berilmu Diangkat Derajatnya
Allah SWT berfirman:
"...Niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).
Allah SWT sudah memberikan banyak kenikmatan.
Jika kita tidak gunakan dengan baik, maka kita akan menjadi salah satu orang
yang merugi.
2. Orang Berilmu Takut Kepada Allah SWT
Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman:
"Dan
demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan
ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba
Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa,
Maha Pengampun."
Ayat ini
menjelaskan tentang, dengan ilmu, seseorang akan lebih memahami bagaimana
kehidupan ini diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah SWT
sebagai sang maha pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang
mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga
kebesaran Allah SWT.
3. Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan
Dunia dan Akhirat
Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman:
"Allah
menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah)
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi
hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya
orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman
Allah)."
4. Orang Berilmu Dimudahkan Jalannya ke
Surga
Dalam
sebuah hadist tentang keutamaan
ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا
يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan
baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim, no. 2699)
5. Orang Berilmu Memiliki Pahala yang
Kekal
Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah
meninggal. Disebutkan dalam sebuah hadist tentang keutamaan ilmu dalam Islam:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata kepada Rasullullah
shallallahu'alaihi wa sallam:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ
انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ
صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh" (HR. Muslim no. 1631)
3. Episteme ilmu dalam Islam berlandaskan tauhid
1. Epistimologi
Secara linguistik kata “Epistemologi” berasal
dari bahasa Yunani yaitu: kata“Episteme” yang berarti pengetahuan dan kata “Logos” berarti
teori, pikiran, ilmu. Secara harfiah episteme berarti pengetahuan
sebagai upaya intelektual untuk menempatkan sesuatu
dalam kedudukan setepatnya. Istilah epistemology Secara terminologi adalah teori mengenai
hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu filsafat tentang pengetahuan.
2. Islam
Dari
segi bahasa Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang
mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Menurut istilah islam adalah agama
yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada Umat melalui Nabi Muhammad
SAW.
Epistimologi islam adalah ilmu yang membahas tentang hakekat
sumber pengetahuan serta metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan
dengan sudut pandang keislaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar