Rabu, 21 Juli 2021

Integrasi Ilmu Dalam Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan


Konsep Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan

Dalam perspektif Islam, konsep dalam hidup bermasyarakat  khususnya yang menyangkut hubungan antarumat beragama, bersifat sangat terbuka dan dialogis. Panggilan untuk mencari titik temu (kalimatun sawa’) antar berbagai penganut ahli kitab adalah tipikal model panggilan Al Quran.

Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya adalah Manusia yang diciptakan untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan dan lingkungan sekitarnya.

Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Namun, perubahan sosial yang akan dibahas dalam makalah ini adalah perubahan sosial dalam bidang ekonomi dan politik

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Menurut Sztompka, masyarakat senantiasa mengalami perubahan di semua tingkat kompleksitas internalnya. Dalam kajian sosiologis, perubahan dilihat sebagai sesuatu yang dinamis dan tidak linear. Dengan kata lain, perubahan tidak terjadi secara linear

Faktor-faktor Yang Menyebabkan Perubahan

1. Keinginan-keinginan secara sadar dan keputusan secara pribadi.

2. Sikap-sikap pribadi yang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang berubah.

3. Perubahan struktural dan halangan struktural.

4. Pengaruh-pengaruh eksternal.

5. Pribadi-pribadi kelompok yang menonjol.

6. Unsur-unsur yang bergabung menjadi satu.

7. Peristiwa-peristiwa tertentu.

8. Munculnya tujuan bersama

Proses Perubahan Sosial

1. Invensi

Proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan

2. Difusi

Proses di mans ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem social

3. Konsekuensi

Perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem social sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi

Penyebab Perubahan Sosial Dari Dalam Masyarakat

1. Mobilitas Penduduk

2. Penemuan Baru (Inovasi)

3. Pertentangan Masyarakat

4. Terjadinya Pemberontakan atau revolusi

Strategi Kebudayaan

Budaya atau Kebudayaan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah pikiran, akal budi, atau sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju). Sedangkan kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Kebudayaan juga berasal dari buddhayah (bahasa Sansekerta), yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.

Budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk berupa budidaya yang berarti daya dari Budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa sedangkan kebudayaan adalah hasil dari Cipta Rasa Karsa dan benda-benda Hasil karya manusia

Tiga Mentalitas Budaya Dan Beberapa Tipe-tipe Kecil Yang Merupakan Dasar Sosial Budaya Yang Berlainan

Kebudayaan Ideasional. Tipe ini mempunyai dasar berpikir premis bahwa kenyataan akhir itu bersifat nonmaterial transenden dan tidak dapat ditangkap dengan indera. Dunia ini dilihat sebagai suatu ilusi sementara, dan tergantung pada dunia transenden atau sebagai aspek kenyataan yang tidak sempurna dan tidak lengkap.

Kebudayaan indrawi atau sensate culture. Tipe ini didasarkan pada pemikiran pokok bahwa dunia materil yang kita alami dengan indera kita merupakan satu-satunya kenyataan yang ada eksistensi kenyataan indrawi atas yang transenden disangkal.

Kebudayaan campuran kategori ini mengundang terhadap dasar berpikir premis mentalitas ideasional dan indrawi.

Transaksional Dalam Masyarakat

Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan -pesan baik verbal maupun nonverbal. Dalam diri setiap manusia, seperti dikutip Collins (1983), memiliki tiga status ego. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P. exteropsychic); sikap orang dewasa (Adult=A. neopsychic); dan ego anak (Child = C, arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak-anak, maupun orangtua).

Cara Mengetahui Sikap Ego Yang Dimiliki Setiap Orang

1. Melihat tingkah kajy nonverbal maupun verbal yang digunakannya.

2. Mengamati bagaimana sikap seseorang ketika bergaul dengan orang lain.

3. Mengingat kembali keadaan dirinya sewaktu masih kecil.

4. Mengecek perasaan diri sendiri

Transaksional dalam masyarakat sering terjadi dalam kehidupan politik, ekonomi, hukum dan komunikasi. Istilah transaksi sangat melekat dalam dunia bisnis. Mulai dari kegiatan tawar menawar harga, sampai menukar barang atau jasa dengan uang . namun rupanya transaksi seperti itu juga lumrah terjadi dalam dunia perpolitikan.

Politik transaksional adalah tema yang menarik didiskusikan untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya transaksi-transaksi dalam setiap proses politik, termasuk dampak yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi tersebut, dan lebih jauh untuk mengantisipasi merebaknya politik uang di tengah-tengah masyarakat

Penerimaan Terhadap Kasus Piagam Madinah

Piagam Madinah (shahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. Tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani 'Aus dan Bani Khazraj di Madinah.

Dengan tercapainya kesepakatan antar kaum di Madinah, maka semakin heterogenlah masyarakat yang menduduki Madinah. Selain itu, perjanjian ini juga menjadi sangat penting bagi diri Nabi sendiri. Piagam madinah ini secara tidak langsung menunjukkan kapasitas Nabi sebagai seorang pemimpin dan politikus yang ulung.

Isi Kandungan Piagam Madinah

1. Mengandung 47 pasal

2. 23 pasal membincangkan hubungan dalam kalangan umat islam dan tanggung jawab mereka

3. 24 pasal membincangkan tentang tanggung jawab orang bukan islam termasuk Yahudi terhadap negara Madinah

4. Piagam Madinah merupakan perkembangan pertama, yang diubah di dunia menjadi asas sebuah negara berdaulat

5. 7 aspek penting yang merangkumi politik, ekonomi dan sosial

Menurut Muhammad Hamidullah yang telah melakukan penelitian terhadap beberapa karya tulis yang memuat Piagam Madinah, bahwa ada sebanyak 294 penulis dari berbagai bahasa. Yang terbanyak adalah dalam bahasa arab, kemudian bahasa-bahasa Eropa.

Piagam Madinah telah mempersatukan warga Madinah yang heterogen itu menjadi satu kesatuan masyarakat, yang warganya mempunyai hak dan kewajiban yang sama, saling menghormati walaupun berbeda suku dan agamanya.

 Integrasi Ilmu Dalam Perkembangan Peserta Didik


Definisi Peserta Didik

Siapakah yang disebut peserta didik dalam persektif islam?

Peserta didik merupakan manusia dalam makna al-Insan, Al Basyar atau Bani Adam yang sedang berada dalam proses perkembangan menuju pada kesempurnaan atau kondisi yang dipandang sempurna (insan kamil)

Secara Etimologi peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu.

Secara Terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Dengan kata lain peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran

Beberapa Istilah Peserta Didik

1. Murid - orang yang memerlukan atau membutuhkan proses pendidikan

2. Thalib - artinya pencari, penuntut, atau pelamar, yang berarti pencari ilmu

3. Thilmidz -  orang yang berguru kepada seseorang untuk mendapatkan pengetahuan

4. Mutarobbi - orang yng membutuhkan pengarahan, pembinaan dari murobbi

5. Mutaállim - orang yang terus berusaha belajar tentang ayat - ayat qurániyyah atau kauniyah

6. Mutaáddib - orang yang membutuhkan atau mencari bimbingan adab dan akhlak bagi dirinya dari seorang muáddib

Tugas Dan Tanggung Jawab Peserta Didik

Tugasnya yaitu Mempelajari Ilmu dan mengamalkannya sepanjang kehidupan. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Sampaikanlah  dariku walaupun satu ayat (HR. Bukhori)

Tanggung Jawabnya yaitu memelihara seluruh potensi yang telah dianugerahkan Allah kepadanya dapat diberdayakan dan dimanfaatkan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dengan pengetahuan tersebut mengarahkan dirinya untuk semakin mendekatkan dirinya kepada Allah sang Maha guru bagi seluruh makhluknya.

Implementasi  dari Ulul Albab yaitu adalah orang yang mengingat Allah dalam keadaan duduk, berdiri atau pun berbaring dan dia juga berfikir tentang alam semesta jadi setelah ia belajar dia memanfaatkan potensi yang diberikan oleh Allah untuk hal-hal yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan dia semakin tawadlu.

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. Surat Ali 'Imran, Ayat 191

"Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

Adab Dan Kewajiban Peserta Didik

1. Membersikan hati sebelum belajar

2. Konsisten belajar dengan guru

3. Menghormati dan memuliakan guru

4. "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)

5. Terlebih dahulu mengucapkan salam kepada guru

6. Bersedia mencari ilmu ke berbagai tempat

7. Bersungguh-sungguh dalam belajar

8. Rajin mengulan pelajaran

9. Bertekan belajar seumur hidup

10. Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR. Thabrani)

11. Menjaga rahasia atau tidak membuka aib guru

Sifat-sifat Yang Harus Dimiliki Oleh Peserta Didik

1. Dari sisi ruhiyahnya peserta didik harus membersikan pikiran, jiwa, dan hatinya sebelum menuntut ilmu pengetahuan agar ilmu yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

2. "Aku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku. Dia menasehatiku agar aku tinggalkan kemaksiatan. Dia pun berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya ilmu itu cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan pada orang bermaksiat,"

3. Dari sisi jasmani peserta didik harus membersikan diri dari hal-hal yang najis. Makanan dan minuman yang dimakan harus dari sumber yang halal dan bersih.

Integrasi Ilmu Dalam Konsep Diri Manusia


Konsep Diri Manusia

Konsep diri merupakan kesadaran seseorang mengenai siapa dirinya. Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman konsep diri adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan seseorang mengenai dirinya. Keyakinan tersebut bisa berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan, penampilan fisik, dan sebagainya.

Menurut Mulyana, konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu. Jadi konsep diri adalah pandangan individu mengenai dirinya, meliputi gambaran mengenai diri dan kepribadian yang diinginkan, yang diperoleh dari pengalaman dan interaksi dengan orang lain.

Konsep Diri Memiliki Tiga Dimensi Pokok

1. Dimensi pengetahuan, yaitu segala pengetahuan atau informasi yang kita ketahui tentang diri, seperti umur, jenis kelamin, penampilan, dan sebagainya,

2. Dimensi harapan, yaitu suatu pandangan tentang kemungkinan menjadi apa kita di masa mendatang, dan

3. Dimensi penilaian, yaitu penilaian individu tentang gambaran siapakah dirinya dan gambaran mengenai seharusnya bisa menjadi seperti apa

Identitas Diri Dan Artikulasi Komunikasi

A. Identitas Diri

1. Menurut Erikson (1968), identitas diri adalah mengenal dan menghayati dirinya sebagai pribadi sendiri serta tidak tenggelam dalam peran yang dimainkan, misalnya sebagai anak, teman, pelajar, atupun teman sejawat.

2. Identifikasi diri muncul ketika anak muda memilih nilai dan orang tempat dirinya memberikan loyalitasnya, bukan sekadar mengikuti pilihan orangtuanya. Orang yang sedang mencari identitasnya adalah orang yang ingin menentukan siapakah atau apakah yang dia inginkan pada masa mendatang.

3. Menurut teori Michel Hecht identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat. Sedangkan komunikasi merupakan mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Identitas adalah “kode” yang mendefinisikan keanggotaan dalam komunitas yang beragam. Adanya identitas dapat lebih memudahkan manusia menggambar keberadaan sesuatu sehingga dapat memberikan kemudahan manusia untuk bertindak dan berkomunikasi.

B. Artikulasi Komunikasi

Komunikasi sebagai sesuatu interaksi untuk menyetarakan adanya proses sebab-akibat, aksi-reaksi yang memiliki arah dan tujuan masing-masing dan sifatnya bergantian.

Ada macam-macam komunikasi diantaranya sebagai berikut:

1. Komunikasi verbal, adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan atau bentuk komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik dalam bentuk percakapan maupun tulisan.

2. Komunikasi nonverbal, adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komunikasi verbal.

Kemampuan artikulasi adalah kemampuan untuk mengekspresikan ide atau pemikiran dengan jelas melalui kata-kata.

Krisis Dimensional Masyarakat Modern Dan Pendekatan Terintegrasi Terhadap Diri Manusia

Krisis multidimensional adalah krisis yang terjadi di berbagai bidang dalam waktu yang relative sama. Krisis multidimensional lebih sulit untuk diatasi, karena hubungannya yang saling berkaitan antara satu krisis di satu bidang dengan krisis yang lainnya. Krisis multidimensional adalah situasi dimana bangsa Negara ini dilanda oleh berbagai ragam pertentangan besar maupun kecil.

Krisis multidimensional manusia modern melalui analisis filosofis-sosiologis dan psikoanalisis, mereka mengekspos perilaku masyarakat modern seperti keserakahan terhadap sumber daya alam, irasionalitas, konsumerisme, tirani, hegemoni, fasisme, tribalisme.

Pendekatan Integrasi

Pendekatan-pendekatan integrasi yang dapat dilakukan dalam diri manusia antara lain dengan:

1. Mengungkapkan nilai-nilai melalui diskusi dan brainstorming

2. Menggunakan cerita untuk memunculkan nilai-nilai

3. Memainkan permainan nilai-nilai kemanusiaan

4. Menceritakan kisah hidup orang-orang besar

5. Menggunakan drama untuk melukiskan kejaidan-kejadian yang berisikan nilai-nilai

6. Menggunakan berbagai kegiatan seperti kegiatan pelayanan dan service, fieldtrip dan klub-klub atau kelompok kelompok kegiatan untuk memunculkan nilai nilai kemanusiaan

Integrasi Ilmu Dalam Konsep Berpikir


Konsep Berpikir

Berpikir memiliki arti yaitu menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu, menimbang-nimbang dalam ingatan. Berpikir merupakan fungsi jiwa yang mengandung pengertian yang luas, karena mengandung maksud dan tujuan untuk memecahkan masalah sehingga menemukan hubungan dan menentukan sangkut paut antara masalah yang satu dengan yang lainnya.

Prinsip Dasar Berpikir Dalam Filsafat Dakwah Yang Dapat Diturunkan Dari Al-Qur'an

  • Berpegang teguh pada etika ulul al-bab. Sosok ulul al- bab adalah orang yang mampu menggunakan potensi pikir dan  potensi dzikir secara tawazun (seimbang).
  • Memikirkan, memahami, menghayati dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah sebagai objek pikir, baik ayat kauniyah dan segala hukumnya (realitas alam dan hukum alam) maupun ayat-ayat Qur'aniyah melalui petunjuk dan isyarat ayat-ayat al - Qur'an tentang "aql yang terdiri dari 49 kali penyebutan dalam lima bentuk kata kerja: (a) 'aqaluh; (b) ta'qilun; (c) na'qilu; (d) ya'qiluha; (d) ya'qilun.


Metode Berpikir (Al-Fikr) Menurut Al-Qur'an

A. Berpikir dengan Hati yang Bersih

Alquran memerintahkan manusia untuk berpikir bukan hanya dengan akalnya yang cerdas namun juga harus diiringi oleh hati yang bersih. Seperti halnya pada surah Al-Mudaṡṡir ayat 18 menceritakan Al-Walid Al-Mugirah seorang yang pandai yang ditunjuk kaumnya. Dan yang kedua pada surah Al-Araf ayat 176 ayat ini mengecam orang yang memperturut nafsu dan syahwatnya padahal Allah menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang yang menjauhinya.

B. Berpikir dengan Rasio/Logika

Dalam Alquran berpikir dengan akal logika saja tidaklah cukup, akal juga memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan tuntunan langsung dari Allah berupa wahyu yang disampaikan pada seorang Rasul-Nya. Dalam surah Al-Araf ayat 184 Al-Qur’an mengajak berpikir dengan benar melakukan pengecekan dan penelaahan kembali dengan akal yang baik mengenai Nabi Muhammad Saw. Kemudian dalam surah Al-An’am ayat 50 peneliti menemukan bahwa apa yang diajarkan Rasulullah saw tersebut didasarkan pada wahyu. Al-Qur’an membedakan orang yang mampu menangkap kebenaran wahyu dengan yang tidak.

C. Berpikir Luas dengan Cara yang Sederhana agar Mudah Dipahami

Tidak sedikit ayat-ayat Alquran mengenai berpikir menggunakan pendekatan perumpamaan (amtsal) agar lebih sederhana dan mudah dipahami. Misalnya dalam surah Yūnus ayat 24 memperumpamakan kehidupan dunia yang indah ini ibarat kebun yang indah namun tiba-tiba menghilang seolah-olah tidak pernah ada.

D. Terbuka dengan Pemikiran Orang Lain

Alquran memerintahkan manusia untuk berpikir dengan baik dan memiliki sifat keterbukaan untuk mendapatkan kebenaran. Dalam surah Saba’ ayat 46 Allah Swt memerintahkan manusia untuk terbuka menerima pendapat orang lain dengan cara saling berdialog dan berdiskusi memikirkan bersama-sama mengenai kebenaran ajaran yang dibawa Rasul Allah.


Ontologi, Epistemologi, Dan Aksiologi

1. Ontologi

Ontologi, secara bahasa Yunani terdiri dari dua kata; on: being, dan logos; Logic. Jadi ontologi ialah The theory of being qua being atau teori tentang keberadaan sebagai keberadaan. Sementara menurut istilah ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak.

Ontologi merupakan pembahasan dalam rangka untuk mencari atau mendapatkan hakekat sesuatu. Sering orang mempertanyakan kembali ‘sesuatu’ apa? atau ‘sesuatu’ yang manakah? yaitu sesuatu apa saja, baik berbentuk benda materi atau non-materi atau sering disebut dengan istilah abstrak.

2. Epistemologi

Epistemologi adalah cara mendapatkan pengetahuan yang benar, karena epistemologi itu adalah teori pengetahuan, tidak lain dan tidak bukan merupakan kelanjutan yang tak terpisahkan dari ontologi seperti yang telah dijelaskan di atas. Tanpa pemahaman yang utuh tentang ontologi dari ‘suatu hakekat’, mustahil kita akan dapat memahami dan menjawab dari pertanyaan “apa” yang sedang kita cari jawabannya.

Proses pencarian epistemology atau teori suatu pengetahuan yang sedang kita amati dan kita cari, biasanya didasarkan atas pertimbangan sikap skeptis, karena dengan sikap ragu itulah orang mencari tahu tentang berbagai hal yang melingkupinya. Maka dari sinilah kemudian lahir berbagai pengetahuan baru yang tergali tentang sesuatu tersebut.

 3. Aksiologi

Secara bahasa aksiologi berasal dari perkataan Axios (bahasa Yunani) yang berarti nilai, dan kata Logos yang berarti; teori, jadi aksiologi mengandung pengertian ; teori tentang nilai. Sementara secara umum aksiologi dapat diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh oleh manusia, dengan sendirinya dapat dikategorikan akan memberi manfaat dan berguna ataukah sebaliknya. 

Integrasi Ilmu Dalam Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan Konsep Hidup Bermasyarakat Dan Berkebudayaan Dalam perspektif Islam, konsep dalam...