Integrasi Ilmu Dalam Perkembangan Peserta Didik
Definisi Peserta Didik
Siapakah yang disebut peserta didik dalam persektif islam?
Peserta didik merupakan manusia dalam makna al-Insan, Al Basyar atau Bani
Adam yang sedang berada dalam proses perkembangan menuju pada kesempurnaan atau
kondisi yang dipandang sempurna (insan kamil)
Secara Etimologi peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran
ilmu.
Secara Terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang
mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan
arahan dalam membentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses
pendidikan. Dengan kata lain peserta didik adalah seorang individu yang tengah
mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental
maupun fikiran
Beberapa Istilah Peserta Didik
1. Murid - orang yang memerlukan
atau membutuhkan proses pendidikan
2. Thalib - artinya pencari,
penuntut, atau pelamar, yang berarti pencari ilmu
3. Thilmidz - orang yang berguru kepada seseorang untuk
mendapatkan pengetahuan
4. Mutarobbi - orang yng membutuhkan
pengarahan, pembinaan dari murobbi
5. Mutaállim - orang yang terus
berusaha belajar tentang ayat - ayat qurániyyah atau kauniyah
6. Mutaáddib - orang yang
membutuhkan atau mencari bimbingan adab dan akhlak bagi dirinya dari seorang
muáddib
Tugas Dan Tanggung Jawab Peserta Didik
Tugasnya yaitu Mempelajari Ilmu
dan mengamalkannya sepanjang kehidupan. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan
pohon yang tidak berbuah.
Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat (HR. Bukhori)
Tanggung Jawabnya yaitu
memelihara seluruh potensi yang telah dianugerahkan Allah kepadanya dapat
diberdayakan dan dimanfaatkan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan dengan pengetahuan tersebut mengarahkan dirinya untuk semakin
mendekatkan dirinya kepada Allah sang Maha guru bagi seluruh makhluknya.
Implementasi dari Ulul Albab yaitu adalah orang yang mengingat Allah dalam keadaan duduk, berdiri atau pun berbaring dan dia juga berfikir tentang alam semesta jadi setelah ia belajar dia memanfaatkan potensi yang diberikan oleh Allah untuk hal-hal yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan dia semakin tawadlu.
(Yaitu) orang-orang yang
mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami,
tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah
kami dari azab neraka. Surat Ali 'Imran, Ayat 191
"Jika seorang manusia mati,
maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah
jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang
mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)
Adab Dan Kewajiban Peserta Didik
1. Membersikan hati sebelum belajar
2. Konsisten belajar dengan guru
3. Menghormati dan memuliakan guru
4. "Belajarlah kamu semua, dan
mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah
terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)
5. Terlebih dahulu mengucapkan salam
kepada guru
6. Bersedia mencari ilmu ke berbagai
tempat
7. Bersungguh-sungguh dalam belajar
8. Rajin mengulan pelajaran
9. Bertekan belajar seumur hidup
10. Belajarlah kalian ilmu untuk
ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar
darinya." (HR. Thabrani)
11. Menjaga rahasia atau tidak
membuka aib guru
Sifat-sifat Yang Harus Dimiliki Oleh Peserta Didik
1. Dari sisi ruhiyahnya peserta
didik harus membersikan pikiran, jiwa, dan hatinya sebelum menuntut ilmu
pengetahuan agar ilmu yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
2. "Aku mengadu kepada Waki'
tentang buruknya hafalanku. Dia menasehatiku agar aku tinggalkan kemaksiatan.
Dia pun berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya ilmu itu cahaya. Dan cahaya Allah
tidak akan diberikan pada orang bermaksiat,"
3. Dari sisi jasmani peserta didik harus membersikan diri dari hal-hal yang najis. Makanan dan minuman yang dimakan harus dari sumber yang halal dan bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar