Integrasi Ilmu Dalam Konsep Diri Manusia
Konsep Diri Manusia
Konsep diri merupakan kesadaran seseorang mengenai siapa dirinya. Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman konsep diri adalah sekumpulan keyakinan dan perasaan seseorang mengenai dirinya. Keyakinan tersebut bisa berkaitan dengan bakat, minat, kemampuan, penampilan fisik, dan sebagainya.
Menurut Mulyana, konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu. Jadi konsep diri adalah pandangan individu mengenai dirinya, meliputi gambaran mengenai diri dan kepribadian yang diinginkan, yang diperoleh dari pengalaman dan interaksi dengan orang lain.
Konsep Diri Memiliki Tiga Dimensi Pokok
1. Dimensi pengetahuan, yaitu segala pengetahuan atau informasi yang kita
ketahui tentang diri, seperti umur, jenis kelamin, penampilan, dan sebagainya,
2. Dimensi harapan, yaitu suatu pandangan tentang kemungkinan menjadi apa
kita di masa mendatang, dan
3. Dimensi penilaian, yaitu penilaian individu tentang gambaran siapakah
dirinya dan gambaran mengenai seharusnya bisa menjadi seperti apa
Identitas Diri Dan Artikulasi Komunikasi
A. Identitas Diri
1. Menurut Erikson (1968), identitas diri adalah mengenal dan menghayati dirinya sebagai pribadi sendiri serta tidak tenggelam dalam peran yang dimainkan, misalnya sebagai anak, teman, pelajar, atupun teman sejawat.
2. Identifikasi diri muncul ketika anak muda memilih nilai dan orang tempat dirinya memberikan loyalitasnya, bukan sekadar mengikuti pilihan orangtuanya. Orang yang sedang mencari identitasnya adalah orang yang ingin menentukan siapakah atau apakah yang dia inginkan pada masa mendatang.
3. Menurut teori Michel Hecht identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat. Sedangkan komunikasi merupakan mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Identitas adalah “kode” yang mendefinisikan keanggotaan dalam komunitas yang beragam. Adanya identitas dapat lebih memudahkan manusia menggambar keberadaan sesuatu sehingga dapat memberikan kemudahan manusia untuk bertindak dan berkomunikasi.
B. Artikulasi Komunikasi
Komunikasi sebagai sesuatu
interaksi untuk menyetarakan adanya proses sebab-akibat, aksi-reaksi yang
memiliki arah dan tujuan masing-masing dan sifatnya bergantian.
Ada macam-macam komunikasi diantaranya sebagai berikut:
1. Komunikasi verbal, adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan atau bentuk komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik dalam bentuk percakapan maupun tulisan.
2. Komunikasi nonverbal, adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komunikasi verbal.
Kemampuan artikulasi adalah
kemampuan untuk mengekspresikan ide atau pemikiran dengan jelas melalui
kata-kata.
Krisis Dimensional Masyarakat Modern Dan Pendekatan Terintegrasi Terhadap Diri Manusia
Krisis multidimensional adalah krisis yang terjadi di berbagai bidang dalam
waktu yang relative sama. Krisis multidimensional lebih sulit untuk diatasi,
karena hubungannya yang saling berkaitan antara satu krisis di satu bidang
dengan krisis yang lainnya. Krisis multidimensional adalah situasi dimana
bangsa Negara ini dilanda oleh berbagai ragam pertentangan besar maupun kecil.
Krisis multidimensional manusia modern melalui analisis
filosofis-sosiologis dan psikoanalisis, mereka mengekspos perilaku masyarakat
modern seperti keserakahan terhadap sumber daya alam, irasionalitas,
konsumerisme, tirani, hegemoni, fasisme, tribalisme.
Pendekatan Integrasi
Pendekatan-pendekatan integrasi
yang dapat dilakukan dalam diri manusia antara lain dengan:
1. Mengungkapkan nilai-nilai melalui
diskusi dan brainstorming
2. Menggunakan cerita untuk
memunculkan nilai-nilai
3. Memainkan permainan nilai-nilai
kemanusiaan
4. Menceritakan kisah hidup
orang-orang besar
5. Menggunakan drama untuk
melukiskan kejaidan-kejadian yang berisikan nilai-nilai
6. Menggunakan berbagai kegiatan seperti kegiatan pelayanan dan service, fieldtrip dan klub-klub atau kelompok kelompok kegiatan untuk memunculkan nilai nilai kemanusiaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar